Magelang selalu punya cara tersendiri untuk membuat siapa pun yang datang merasa betah. Bukan hanya soal kemegahan Candi Borobudur yang sudah mendunia, tapi suasana kotanya yang dikelilingi perbukitan hijau membuat udara di sini terasa jauh lebih segar dibandingkan hiruk-pikuk kota besar. Beberapa waktu lalu, saya sempat meluangkan waktu untuk mengeksplorasi tempat ngopi Magelang, mencari tempat-tempat yang pas untuk duduk diam, menyesap kopi, atau sekadar berbincang santai bareng keluarga. Ternyata, ada beberapa titik yang menurut saya memberikan pengalaman yang sangat berkesan dan menenangkan pikiran.
Isi Artikel
- Menikmati Kabut Tipis di Kedai Bukit Rhema – Tempat Ngopi Magelang
- Kopi Menoreh: Aroma Khas di Perbatasan Perbukitan – Tempat Ngopi Magelang
- Menyantap Masakan Ndeso di Kampung Ulam – Tempat Ngopi Magelang
- Spot Foto Instagramable dan Keindahan Alam Perbukitan
- Akses Jalan Mudah dan Tips Berkunjung
- Inspirasi Liburan Singkat di Magelang
Mencari tempat berkumpul bersama keluarga di Magelang sebenarnya tidak sulit, namun mencari yang benar-benar punya karakter dan pemandangan yang memanjakan mata tentu butuh sedikit riset. Sobat Makan pasti setuju kalau suasana tempat makan atau kedai kopi itu sama pentingnya dengan rasa hidangan yang disajikan. Nah, bagi Sobat Makan yang berencana menghabiskan akhir pekan di sekitaran Borobudur atau wilayah perbukitan Menoreh, saya punya beberapa cerita perjalanan kuliner yang mungkin bisa menjadi referensi saat berkunjung nanti.
Baca juga: Kuliner Magelang Murah Merakyat Cocok Buat Keluarga
Menikmati Kabut Tipis di Kedai Bukit Rhema – Tempat Ngopi Magelang
Tempat ngopi Magelang pertama yang ingin saya bagikan ceritanya adalah Kedai Bukit Rhema. Mungkin Sobat Makan sudah akrab dengan bangunan ikonik “Gereja Ayam” yang sempat viral beberapa tahun lalu. Nah, tepat di area belakang bangunan ini terdapat sebuah kedai yang menyuguhkan pemandangan yang luar biasa indah. Saya menyempatkan datang ke sini saat pagi hari, ketika udara masih terasa dingin dan kabut tipis terkadang masih menutupi lembah di bawahnya.
Duduk di Kedai Bukit Rhema memberikan sensasi seolah-olah kita sedang berada di atas awan. Dari area balkonnya, kita bisa melihat hamparan hutan hijau yang luas dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu jika cuaca sedang cerah. Yang saya suka dari tempat ini adalah paket kunjungan yang sudah termasuk camilan tradisional. Salah satu menu yang ikonik di sini adalah Singkong Goreng atau sering disebut Singkong Keju dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam.
Suasananya sangat santai dan tidak terlalu bising, sehingga sangat cocok bagi Sobat Makan yang ingin mengobrol hangat dengan orang tua atau pasangan. Sambil memegang cangkir kopi panas dan melihat pemandangan alam, waktu rasanya berjalan lebih lambat di sini. Tidak perlu terburu-buru, nikmati saja setiap hembusan anginnya yang sejuk.
Kopi Menoreh: Aroma Khas di Perbatasan Perbukitan – Tempat Ngopi Magelang
Setelah puas dari Bukit Rhema, perjalanan saya berlanjut menuju area perbukitan Menoreh. Di sini, ada sebuah tempat yang menurut saya sangat autentik bernama Kopi Menoreh. Lokasinya memang agak masuk ke dalam dan jalannya berkelok-kelok, namun percayalah, perjalanan itu terbayar lunas saat kita sampai di sana. Konsep yang ditawarkan sangat sederhana, yaitu kedai kopi tradisional di tengah lingkungan pedesaan yang asri cocok untuk wisata kuliner Magelang.
Saya sempat berbincang sedikit dengan pengelola di sana, dan mereka sangat bangga dengan biji kopi lokal yang mereka tanam sendiri. Kopi Menoreh memiliki karakter rasa yang unik, ada sedikit sentuhan rasa tanah (earthy) yang sangat pas dinikmati di tengah suasana alam. Selain kopi hitamnya yang juara, mereka juga menyediakan camilan pendamping seperti mendoan hangat, kacang rebus, hingga pisang goreng.
Duduk di bangku-bangku kayu sederhana dengan pemandangan lereng bukit yang hijau memberikan kedamaian tersendiri. Bagi Sobat Makan yang suka dengan fotografi, setiap sudut di sini terasa sangat “hidup” untuk diabadikan ke dalam lensa kamera. Tidak ada hiasan yang berlebihan, hanya alam dan kesederhanaan yang justru membuat pengalaman ngopi di sini terasa lebih jujur.
Menyantap Masakan Ndeso di Kampung Ulam – Tempat Ngopi Magelang
Jika Sobat Makan mencari tempat yang lebih fokus untuk makan besar bersama keluarga setelah lelah berkeliling, Kampung Ulam bisa menjadi pilihan yang sangat pas. Lokasinya masih berada di sekitar kawasan Borobudur, namun suasananya benar-benar seperti sedang bertamu ke rumah nenek di desa. Begitu masuk, kita akan disambut dengan bangunan joglo kayu yang kokoh dan area taman yang ditata rapi dengan kolam ikan di sekelilingnya.
Yang membuat saya jatuh cinta dengan Kampung Ulam adalah deretan menu makanan desanya yang sangat lengkap. Saya mencicipi sayur lodeh, mangut lele, hingga berbagai macam olahan ikan air tawar yang bumbunya sangat berani. Semua disajikan dengan porsi yang cukup besar, sehingga sangat cocok untuk makan tengah bersama keluarga besar. Rasanya autentik, seperti masakan rumahan yang dibuat dengan penuh kasih sayang.
Area makannya juga cukup luas dan tersebar dalam beberapa gazebo atau saung. Sobat Makan bisa memilih untuk makan sambil lesehan di dekat kolam, di mana suara gemericik airnya membuat suasana makan jadi makin lahap. Tempat ini benar-benar didesain untuk kenyamanan keluarga, dengan fasilitas yang lengkap dan area yang aman bagi anak-anak untuk sekadar melihat ikan atau berjalan-jalan kecil di taman.
Spot Foto Instagramable dan Keindahan Alam Perbukitan

Salah satu alasan mengapa Magelang kini menjadi tujuan utama selain wisata sejarah adalah banyaknya spot foto yang muncul secara natural dari keindahan alamnya. Di Kedai Bukit Rhema, Sobat Makan bisa mengambil foto dengan latar bangunan megah atau lembah hijau. Di Kopi Menoreh, latar belakang bukit dan pepohonan memberikan kesan foto yang lebih rustic dan alami. Sedangkan di Kampung Ulam, arsitektur tradisional Jawa menjadi latar belakang yang sangat estetik untuk foto keluarga.
Penting bagi saya untuk mengingatkan Sobat Makan agar menyiapkan memori kamera atau ponsel yang cukup, karena setiap sudut di sini memang sangat menggoda untuk difoto. Namun, jangan sampai terlalu sibuk memotret sampai lupa menikmati momen kebersamaannya, ya. Karena esensi utama dari perjalanan ini adalah merasakan ketenangan yang ditawarkan oleh alam Magelang.
Akses Jalan Mudah dan Tips Berkunjung
Mungkin ada sedikit kekhawatiran soal bagaimana akses jalan menuju tempat-tempat ini. Berdasarkan pengalaman saya kemarin, akses jalan secara umum sudah sangat baik. Jalanan menuju Bukit Rhema dan Kampung Ulam bisa dilalui dengan mobil pribadi dengan nyaman karena jalurnya sudah beraspal halus. Untuk menuju Kopi Menoreh, jalannya memang sedikit lebih sempit dan menanjak karena lokasinya di perbukitan, namun tetap aman asalkan kendaraan dalam kondisi prima dan pengemudi berhati-hati.
Saya menyarankan Sobat Makan untuk datang ke area perbukitan ini pada pagi hari sekitar jam 8 atau 9 pagi, atau sekalian sore hari saat matahari sudah tidak terlalu terik. Selain udaranya lebih sejuk, pencahayaan untuk berfoto juga akan jauh lebih bagus (golden hour). Jika membawa anak-anak atau orang tua, pastikan membawa jaket tipis karena udara perbukitan bisa menjadi cukup dingin secara tiba-tiba, terutama setelah hujan.
Magelang memang tidak pernah kehabisan cerita untuk dibagikan. Meluangkan waktu sejenak di tempat-tempat seperti ini bukan hanya soal mengisi perut atau sekadar mengikuti tren, tapi lebih kepada memberikan penghargaan bagi diri sendiri dan keluarga untuk beristirahat dari rutinitas yang melelahkan. Semoga cerita perjalanan saya ini bisa memberikan gambaran buat Sobat Makan yang ingin merencanakan liburan singkat di Magelang.
Inspirasi Liburan Singkat di Magelang
Menghabiskan waktu di Kedai Bukit Rhema, Kopi Menoreh, dan Kampung Ulam memberikan perspektif baru bagi saya tentang cara menikmati Magelang dengan lebih santai. Ketiga tempat ini memiliki keunikannya masing-masing yang saling melengkapi. Dari ngopi pagi dengan pemandangan lembah, hingga makan siang dengan menu pedesaan yang hangat, semuanya memberikan kenangan manis yang layak untuk dicoba sendiri. Jadi, kapan Sobat Makan berencana mengajak keluarga untuk sekadar duduk santai dan menikmati semilir angin di bukit-bukit Magelang ini

