Sarapan Dekat Borobudur
Sarapan Dekat Borobudur

Rekomendasi Sarapan Dekat Borobudur Nyaman Setelah Sunrise dari Punthuk Setumbu

Halo, Sobat Makan! Bagaimana kabarnya? Berbicara soal Magelang, rasanya kurang lengkap kalau tidak menyisipkan agenda melihat matahari terbit atau sunrise. Salah satu titik favorit saya untuk menikmati momen magis ini tentu saja di Punthuk Setumbu. Udara dingin pegunungan, kabut tipis yang menyelimuti Candi Borobudur dari kejauhan, hingga semburat jingga di ufuk timur selalu berhasil membuat saya terpana setiap kali berkunjung ke sana. Setelah menikmati indahnya sunrise, kita lanjut dengan kuliner pagi Borobudur yang banyak orang kunjungi karena rasanya yang autentik dan pastinya banyak wisatawan suka.

Namun, ada satu hal yang biasanya langsung terasa setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan: perut yang mulai keroncongan. Mendaki bukit di pagi buta memang butuh tenaga ekstra, dan suhu dingin Magelang sukses membuat nafsu makan meningkat. Mencari tempat sarapan di sekitar area Borobudur sebenarnya tidak sulit, tapi memilih yang suasananya pas dengan suasana hati setelah melihat sunrise itu yang perlu sedikit kurasi. Berdasarkan beberapa kali kunjungan saya ke area ini, saya ingin berbagi cerita tentang beberapa tempat makan yang bisa Sobat Makan tuju untuk mengisi perut sekaligus melanjutkan obrolan santai di pagi hari.

Baca Juga: Ide Thing To Do Di Sekitar Candi Borobudur – VW Safari Borobudur

Rumah Makan Sehati Spesial Mangut Beong Borobudur: Sensasi Lokal yang Menggugah Selera – Sarapan Dekat Borobudur

Jika Sobat Makan ingin mencicipi hidangan yang benar-benar khas dari daerah aliran sungai Progo, saya menyarankan untuk mampir ke Mangut Beong Borobudur. Tempat ini cukup legendaris di kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan yang sering mondar-mandir di Magelang. Apa yang istimewa di sini? Tentu saja Mangut Beong-nya. Ikan Beong adalah ikan endemik Sungai Progo yang bentuknya sekilas mirip lele tapi memiliki daging yang lebih tebal dan tekstur yang lebih padat.

Sarapan Dekat Borobudur
Rumah Makan Sehati Spesial Mangut Beong

Saat saya pertama kali mencoba sarapan di sini, saya sempat ragu apakah mangut yang pedas cocok untuk perut pagi hari. Ternyata, rasa kuahnya yang gurih dengan rempah yang kuat justru sangat membantu menghangatkan badan. Daging ikannya lembut dan tidak berbau tanah. Namun, bagi Sobat Makan yang tidak terlalu kuat pedas, sebaiknya sampaikan kepada pelayan atau pilih bagian ekor yang biasanya bumbunya tidak terlalu meresap sekuat bagian kepala. Suasana rumah makannya pun sangat sederhana, seperti makan di ruang tamu rumah sendiri, yang membuat pengalaman sarapan terasa lebih autentik dan hangat.

Kampung Ulam: Sarapan dengan Pemandangan Sawah yang Menyejukkan – Sarapan Dekat Borobudur

Setelah turun dari Punthuk Setumbu, Rekomendasi sarapan Borobudur yang memiliki fasilitas yang lengkap dan pastinya bersih dan yang tak kalah penting, tempat ini memiliki tempat yang nyaman karena udaranya yang sejuk dan tempat yang semi outdoor sehingga bisa melihat pemandangan alam, yaitu Kampung Ulam bisa menjadi pilihan yang menarik. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kawasan candi, dan yang paling saya sukai dari sini adalah konsep bangunannya yang berupa joglo terbuka dengan pemandangan sawah di sekelilingnya. Sobat Makan bisa merasakan semilir angin pagi sambil menunggu pesanan datang.

sarapan dekat Borobudur
Kampung Ulam

Menu yang ditawarkan di sini cukup beragam, mulai dari olahan ikan air tawar hingga sayur-sayuran ndeso yang segar. Favorit saya pribadi saat sarapan di sini adalah sayur lodeh dan ikan bakarnya. Rasanya sederhana, tidak berlebihan, dan mengingatkan saya pada masakan rumah. Porsinya juga cukup pas untuk dinikmati bersama teman-teman atau keluarga. Jika Sobat Makan datang bersama rombongan besar, tempat ini sangat mengakomodasi karena area parkir dan ruang makannya yang cukup luas.

Baca Juga: Tempat Makan Keluarga di Borobudur: Review Kedai Bukit Rhema Versi Mimin

Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat: Menikmati Kafein di Tengah Desa – Sarapan Dekat Borobudur

Bagi sebagian orang, termasuk saya, sarapan tidak harus selalu berupa nasi berat. Terkadang, secangkir kopi panas dan beberapa potong kudapan tradisional sudah cukup untuk melengkapi pagi yang indah. Di sekitar Borobudur, terdapat beberapa kedai kopi yang menawarkan suasana tenang, salah satu sarapan dekat Borobudur yang sering dikunjungi wisatawan, yaitu Kopi Menoreh Pak Rohmat.

Kuliner Pagi Borobudur
Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat

Pengalaman saya duduk di salah satu kedai kopi di sini selalu berkesan. Biasanya mereka menyajikan kopi lokal jenis robusta atau arabika yang ditanam di perbukitan Menoreh. Aromanya sangat khas. Teman terbaik untuk kopi ini adalah mendoan hangat atau pisang goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan. Duduk di sini sambil melihat aktivitas warga desa yang mulai berangkat ke sawah memberikan perspektif lain tentang Magelang yang damai. Ini adalah opsi terbaik jika Sobat Makan ingin suasana yang lebih santai dan tidak terburu-buru.

Kedai Bukit Rhema: Sarapan dengan Bonus Pemandangan dari Ketinggian – Kuliner Pagi Borobudur

Kalau Sobat Makan memutuskan untuk sekalian mampir ke Gereja Ayam setelah dari Punthuk Setumbu, maka sarapan di Kedai Bukit Rhema adalah pilihan yang paling praktis. Yang unik, setiap tiket masuk ke Bukit Rhema biasanya sudah termasuk voucer untuk menukar makanan ringan tradisional yang mereka sebut “Latela Cassava” atau singkong goreng dengan sambal yang khas.

Sarapan Dekat Borobudur
Kedai Bukiit Rhema

Namun, jika merasa kurang kenyang, kedainya juga menyediakan menu yang lebih lengkap. Saya pernah mencoba nasi goreng dan beberapa minuman tradisionalnya. Hal yang paling berkesan bukan hanya makanannya, melainkan lokasinya. Kedai ini berada di bagian belakang bangunan Bukit Rhema, sehingga Sobat Makan bisa makan sambil menghadap langsung ke arah hutan dan lembah di bawahnya. Udaranya sangat segar. Meskipun menu di sini tergolong standar kafe, tapi pengalaman bersantap di atas bukit dengan pemandangan hijau adalah sesuatu yang sulit untuk dilewatkan.

Enam Langit by Plataran: Pengalaman Sarapan Mewah di Atas Awan – Sarapan Dekat Borobudur

Jika Sobat Makan ingin Sarapan dekat Borobudur atau merayakan momen spesial dengan fasilitas yang lebih premium, Enam Langit by Plataran adalah jawabannya. Lokasinya memang butuh usaha lebih untuk dicapai karena berada di atas bukit dengan jalanan yang cukup menanjak, namun apa yang didapat di sana sebanding dengan usahanya. Sesuai namanya, dari sini kita bisa melihat panorama enam gunung besar di Jawa Tengah jika cuaca sedang cerah.

Kuliner Pagi Borobudur
Enam Langit By Plataran

Saya sempat mencoba paket sarapan di sini, dan sistemnya biasanya adalah set menu atau ala carte. Kualitas makanannya sangat terjaga, mulai dari pilihan roti-rotian, buah segar, hingga hidangan utama khas Indonesia maupun barat. Pelayanannya sangat profesional. Memang, secara harga, tempat ini berada di level yang berbeda dibandingkan tempat lainnya yang saya sebutkan di atas. Namun, bagi Sobat Makan yang mencari ketenangan ekstra, estetika tempat yang indah untuk berfoto, dan kenyamanan maksimal, Enam Langit memberikan pengalaman yang sulit dilupakan. Pastikan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu ya, karena tempat ini seringkali penuh terutama saat akhir pekan.

Tips Memilih Tempat Sarapan di Sekitar Borobudur

Memilih tempat makan setelah lelah berburu sunrise memang soal selera. Jika Sobat Makan lebih mengutamakan rasa lokal yang kuat dan menantang, Rumah Makan Sehati adalah juaranya. Namun, jika kenyamanan dan pemandangan menjadi prioritas utama, Enam Langit atau Bukit Rhema bisa jadi opsi. Untuk Sobat Makan yang ingin sarapan santai dengan harga yang lebih terjangkau dan suasana kekeluargaan, Kampung Ulam atau kedai kopi lokal di desa wisata adalah pilihan bijak.

Satu tips dari saya, selalu perhatikan jam operasional masing-masing tempat. Beberapa tempat makan lokal mungkin baru buka sekitar jam 8 atau 9 pagi, sementara yang berada di objek wisata biasanya buka lebih awal mengikuti jam kunjung wisatawan. Jangan lupa juga untuk selalu menyiapkan uang tunai kecil karena tidak semua warung makan di pelosok desa menerima pembayaran digital.

Apapun pilihan Sobat Makan nanti, menikmati pagi di Magelang adalah tentang menghargai waktu yang berjalan lebih lambat. Jangan terburu-buru, nikmati setiap suapan, dan biarkan udara segar Magelang mengisi kembali energi kita sebelum melanjutkan petualangan ke destinasi berikutnya di kota indah ini. Selamat menikmati sarapan!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *