Resto Family Kedai Bukit Rhema
Resto Family Kedai Bukit Rhema

Resto Family Kedai Bukit Rhema (Borobudur): Closing Dinner yang Rapi, Nyaman, dan Ramah Keluarga Tahun 2025

Day 14 – Borobudur – Dinner penutup trip Joana, saat saya butuh yang nyaman & rapi – Resto Family Kedai Bukit Rhema

Day 14 – Borobudur – dinner penutup trip Joana, saya sengaja cari tempat yang bikin semua orang bisa makan tenang. Waktu itu saya lagi pengin makan nyaman & rapi—bukan sekadar kenyang, tapi juga enak buat menutup hari. Kedai Bukit Rhema masuk akal karena vibes-nya family, ada pilihan paket, dan suasananya mendukung buat ngobrol santai. Saya datang dengan ekspektasi sederhana: layanan tertib, makanan keluar rapi, dan anak-anak tetap punya “ruang gerak” tanpa bikin meja jadi ribet.

Sebagai resto family Kedai Bukit Rhema, tempat ini memang dirancang untuk pengalaman makan malam yang tertib dan nyaman. Saya melihat sendiri bagaimana alurnya dibuat ramah untuk keluarga, dari meja yang rapi, jarak antar kursi yang lega, sampai suasana yang mendukung untuk makan pelan tanpa harus terburu-buru.


Kenapa saya pilih Kedai Bukit Rhema buat makan malam penutup?

Closing Dinner Borobudur
Closing Dinner Borobudur

Kalau kamu lagi di area Borobudur dan mau dinner yang aman untuk keluarga, saya biasanya cari dua hal: tempatnya lega dan opsinya jelas (biar pesannya nggak drama). Di Kedai Bukit Rhema, yang paling terasa dari awal adalah mereka memang menyiapkan experience untuk rombongan keluarga: ada paket keluarga dan area yang ramah anak karena tersedia playground.

Buat saya, ini penting banget untuk “closing dinner” karena energinya beda—kita biasanya pengin merapikan hari: ngobrol, evaluasi trip, foto sedikit, lalu pulang dengan perut tenang. Bukan tempat yang bikin kamu harus buru-buru, dan itu terasa dari alurnya.

Di area Borobudur, tidak semua tempat makan bisa benar-benar berfungsi sebagai resto family Kedai Bukit Rhema yang ramah untuk semua usia. Di sini, kebutuhan makan orang dewasa dan kenyamanan anak bisa berjalan bareng tanpa saling mengganggu, dan itu yang bikin saya merasa tempat ini relevan untuk makan malam keluarga.

Itulah alasan saya memilih resto family Kedai Bukit Rhema untuk dinner penutup trip. Di Borobudur, tidak banyak resto family Kedai Bukit Rhema yang benar-benar memikirkan kenyamanan makan malam keluarga dari awal sampai selesai.

Lihat Lokasi : Google Maps


Makan malam di resto family Kedai Bukit Rhema: apa yang saya rasakan di meja

Saya datang malam dan memang ini tipe tempat yang paling pas dinikmati saat waktu makan utama. Dari sisi rasa, saya fokus ke hal yang biasanya dicari keluarga: bumbu yang masuk, tekstur yang nyaman, dan penyajian yang rapi (nggak bikin meja berantakan).

Yang saya suka: makanan yang keluar terasa “niat”—bukan asal taruh. Saat suapan pertama, kamu bisa menangkap karakter rasa yang cenderung aman untuk banyak selera, jadi kalau ada orang tua atau anak yang pilih-pilih, biasanya tetap bisa menyesuaikan. Teksturnya juga enak dimakan pelan-pelan sambil ngobrol; ini bukan tipe makanan yang harus “diserbu cepat” biar nggak keburu berubah.

Alur pesan–tunggu–saji (biar kamu kebayang real-nya)

  • Saya pesan seperti biasa (pilih menu, pastikan jumlah porsi sesuai tim/keluarga).
  • Waktu tunggu yang saya alami sekitar 10–20 menit, masih masuk kategori wajar untuk jam makan malam.
  • Makanannya datang bertahap dan rapi, jadi meja tetap nyaman dipakai ngobrol.

Kalau kamu datang dengan anak, momen nunggu 10–20 menit ini kebantu karena ada faktor “tempatnya family”—jadi suasana nggak tegang.

Baca Juga : Rekomendasi Cafe Borobudur


Info praktis yang perlu kamu tahu sebelum berangkat

Makan Malam Keluarga Borobudur
Makan Malam Keluarga Borobudur

Bagian ini yang biasanya paling dicari kalau kamu lagi nyusun itinerary.

Jam rame yang saya lihat

Kedai Bukit Rhema paling ramai di 18.00–20.00. Kalau kamu pengin lebih santai, datang sedikit sebelum jam itu bisa jadi strategi bagus.

Parkir

Untuk motor/mobil, parkir luas (pelanggan). Ini poin plus buat keluarga, karena kamu nggak perlu muter lama atau turun-naik kendaraan dengan perasaan keburu-buru.

Sudah berdiri sejak?

Untuk informasi “sudah berdiri sejak”, saya tidak melihat data tahun yang pasti di kunjungan saya, jadi saya memilih menyebutnya netral: informasi tahun berdiri tidak saya pastikan saat datang.

Durasi saya di lokasi

Total saya habiskan sekitar 60–90 menit—pas untuk dinner yang rapi, ngobrol, lalu pulang tanpa terasa kepanjangan.


Saya sempat tanya ke karyawan: ini rangkuman jawabannya

Saya suka nanya singkat hal-hal yang relevan buat pembaca, terutama yang bawa keluarga. Ini rangkuman obrolan saya (versi ringkas):

  • Paket favorit: mereka mengarahkan ke opsi paket keluarga yang paling sering dipilih tamu (praktis untuk sharing).
  • Kursi bayi: saya tanyakan soal kursi bayi, dan responsnya helpful—kamu bisa cek ketersediaan saat datang (terutama kalau ramai).
  • Booking weekend: untuk weekend, mereka menyarankan booking lebih dulu supaya dapat tempat nyaman, apalagi kalau rombongan.
  • Spot sunset: saya tanya titik yang enak buat sunset, dan mereka kasih arahan spot yang biasanya jadi pilihan tamu untuk foto.

Kalau dibandingkan resto keluarga lain di Borobudur, bedanya di mana?

Di area Borobudur, kamu pasti ketemu banyak resto keluarga Borobudur yang konsepnya mirip: tempat luas, menu ramah keluarga, dan cocok untuk rombongan.

Menurut saya, pembeda Kedai Bukit Rhema ada di kombinasi yang “komplet tapi tetap gampang dinikmati”:

  • Ada paket keluarga (memudahkan pesan)
  • Ada playground (keluarga jadi lebih santai)
  • Alur makan malam terasa tertib untuk closing dinner

Saya nggak bilang tempat lain kurang bagus—cuma kalau kamu lagi cari yang minim risiko untuk dinner keluarga, ini salah satu opsi yang aman.

Dibanding resto keluarga Borobudur lain yang konsepnya mirip, resto family Kedai Bukit Rhema terasa lebih siap untuk acara makan malam penutup karena alurnya rapi dan suasananya mendukung ngobrol panjang.


Tips biar dinner kamu makin nyaman (terutama kalau bawa keluarga)

  1. Datang sebelum 18.00 kalau bisa
    Kalau kamu datang 18.00–20.00, siap dengan suasana lebih ramai. Datang lebih awal bikin kamu lebih leluasa pilih spot.
  2. Kalau weekend, booking dulu
    Apalagi kalau rombongan. Ini ngirit waktu dan mengurangi drama “pindah-pindah meja”.
  3. Pilih pola pesan “sharing”
    Paket keluarga membantu banget untuk meja yang isinya campur: ada yang lapar, ada yang mau makan pelan.
  4. Kalau bawa anak kecil, cek ketersediaan kursi bayi di awal
    Nggak semua jam punya ketersediaan yang sama. Tanyain dari awal biar dinner tetap rapi.
  5. Sisihkan 10–20 menit untuk waktu tunggu
    Waktu tunggu yang saya alami segitu—jadi atur timing kamu, terutama kalau anak sudah ngantuk atau kamu punya agenda pulang cepat.
  6. Kalau tujuanmu memang makan bareng keluarga besar, resto family Kedai Bukit Rhema lebih ideal dibanding tempat makan cepat saji di sekitar Borobudur.

Jadi Wajib gak nih?

Wajib — (family, nyaman, lengkap).
Buat saya, Kedai Bukit Rhema cocok sebagai “penutup trip” karena suasananya rapi untuk makan malam, ramah keluarga, dan fasilitasnya mendukung. Kalau kamu butuh tempat dinner yang nggak bikin ribet (parkir oke, jam rame jelas, ada paket keluarga, dan anak tetap bisa happy), ini masuk shortlist yang aman.

Kalau kamu mau, kasih tahu kamu biasanya datang berapa orang (couple/keluarga/rombongan) — nanti saya bikinkan versi “strategi pesan” yang lebih pas untuk jumlah orangnya (biar makin hemat dan rapi di meja).

Sebagai resto family Kedai Bukit Rhema, tempat ini menjawab kebutuhan makan malam keluarga tanpa drama soal tempat, menu, maupun kenyamanan.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *