Halo Sobat Makan! Bagaimana kabar petualangan kalian belakangan ini? Beberapa waktu lalu, saya sempat menghabiskan waktu di kawasan Borobudur, tepatnya mengunjungi Svargabumi yang hits dengan pemandangan sawahnya yang estetik. Setelah puas berjalan-jalan di antara pematang sawah dan mengambil banyak foto, perut rasanya mulai memberikan sinyal minta diisi. Berada di kawasan wisata populer seperti ini, mencari kuliner sekitar Svargabumi ternyata jadi pengalaman yang menyenangkan. Magelang memang tidak pernah mengecewakan kalau bicara soal suasana, dan pilihan kuliner Borobudur Magelang pun sangat beragam, mulai dari makanan khas Magelang hingga café-café estetik yang cocok untuk bersantai.
Isi Artikel
- Menikmati Pemandangan dari Ketinggian di Kedai Bukit Rhema
- Petualangan Rasa Jamur di Jejamuran Resto
- Gubug Makan yang Sederhana: Bakso Tetelan Cak Tuman
- Suasana Tropis di Nalendro Café Borobudur
- Menanti Matahari di Senja Pagi Café
- Legenda Lokal: Sop Senerek Pak Parto
- Nongkrong Santai di The Cabin Coffee Bar
- Atap Eatery and Coffee: Makan dengan View Cantik
- Tips Menikmati Kuliner di Sekitar Borobudur
Mencari tempat makan dekat Svargabumi setelah lelah berwisata itu memang gampang-gampang susah. Kadang kita ingin tempat makan Borobudur yang suasananya tenang, kadang mencari menu yang mengenyangkan, atau sekadar ingin ngopi santai di cafe dekat Borobudur sambil memandangi perbukitan Menoreh. Berdasarkan pengalaman saya berkeliling di area Borobudur dan sekitarnya, ada beberapa spot wisata kuliner Magelang yang menurut saya punya karakter unik, cocok untuk tempat nongkrong Magelang, dan layak masuk daftar rekomendasi kuliner Magelang. Yuk, saya ajak Sobat Makan mengintip beberapa kuliner dekat Borobudur yang lokasinya masih terjangkau dari Svargabumi.
Baca juga : Menjelajahi Rasa dan Suasana: Tempat Makan untuk Libur Lebaran 2026 di Magelang — A Serene Culinary Escape
Menikmati Pemandangan dari Ketinggian di Kedai Bukit Rhema

Kalau Sobat Makan punya sedikit tenaga ekstra untuk sedikit menanjak setelah dari Svargabumi, Kedai Bukit Rhema bisa jadi pilihan menarik. Lokasinya satu area dengan Gereja Ayam yang legendaris itu. Hal yang paling saya sukai di sini adalah suasananya yang tenang dengan udara perbukitan yang segar. Dari kedai ini, kita bisa melihat hamparan hijau Magelang dari ketinggian yang berbeda.

Menu yang paling sering saya pesan di sini adalah Singkong Latelanya yang hangat. Teksturnya empuk dan sangat pas dinikmati sambil memandangi kabut tipis atau matahari yang mulai turun. Selain itu, mereka juga punya menu nasi goreng dan olahan ayam yang porsinya cukup pas untuk mengembalikan energi setelah berjam-jam jalan kaki. Minumannya pun beragam, mulai dari kopi sampai wedang jahe yang menghangatkan badan.
Baca juga : Tempat Makan untuk Buka Puasa di Magelang
Petualangan Rasa Jamur di Jejamuran Resto
Nah, jika Sobat Makan punya waktu lebih dan sedang dalam perjalanan kembali menuju arah Jogja, mampir ke Jejamuran Resto adalah sebuah pengalaman tersendiri. Meski lokasinya agak sedikit berjarak, resto ini selalu masuk dalam daftar saya kalau sedang berada di sekitar Magelang atau Sleman. Sesuai namanya, hampir semua menu di sini berbahan dasar jamur.
Saya sempat heran saat pertama kali mencoba sate jamurnya. Teksturnya mirip sekali dengan daging, tapi punya rasa khas yang gurih. Ada juga rendang jamur dan asam manis jamur yang tidak kalah unik. Suasananya yang luas dan asri membuat tempat ini sangat ramah untuk keluarga. Sobat Makan juga bisa belajar sedikit tentang berbagai jenis jamur yang dibudidayakan di sana lewat galeri kecilnya.
Gubug Makan yang Sederhana: Bakso Tetelan Cak Tuman
Terkadang, setelah capek berwisata, yang kita inginkan hanyalah semangkuk bakso panas dengan kuah yang gurih. Di dekat kawasan Borobudur, ada satu tempat yang sering jadi jujukan yaitu Bakso Tetelan Cak Tuman. Saya menyukai tempat ini karena kesederhanaannya. Bau kuah kaldu yang semerbak langsung menyambut begitu kita sampai di sana.
Yang membuat saya terkesan adalah porsi tetelannya yang cukup royal. Baksonya sendiri terasa berdaging dan kenyalnya pas, bukan tipe bakso yang terlalu banyak tepung. Kuahnya bening tapi rasanya sangat “ngaldu”. Kalau Sobat Makan suka pedas, tambahkan sedikit sambal dan nikmati selagi panas di tengah udara Magelang yang terkadang sejuk, rasanya benar-benar mantap.
Suasana Tropis di Nalendro Café Borobudur
Bagi Sobat Makan yang mencari tempat dengan nuansa lebih modern tapi tetap menyatu dengan alam, Nalendro Café bisa jadi pertimbangan. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pintu masuk candi. Konsepnya sedikit ke arah tropis dengan banyak area terbuka. Saya sering mampir ke sini kalau sedang ingin makan berat dengan pilihan menu yang cukup variatif, mulai dari masakan nusantara hingga western.
Salah satu momen favorit saya di sini adalah saat duduk di area outdoor-nya sambil memesan es kopi susu atau jus segar. Area tamannya ditata cukup cantik, sehingga kalau kalian belum puas berfoto di Svargabumi, di sini pun masih banyak sudut yang menarik. Pelayanannya juga tergolong ramah, membuat saya betah duduk lama-lama sambil merencanakan tujuan wisata berikutnya.
Menanti Matahari di Senja Pagi Café
Nama café ini sudah menggambarkan apa yang mereka tawarkan. Senja Pagi Café punya daya tarik utama berupa pemandangan pegunungan yang mengelilingi Magelang. Kalau Sobat Makan datang pagi hari, kalian bisa melihat Gunung Merapi dan Merbabu dengan jelas jika cuaca sedang cerah. Tapi kalau datang sore hari seperti saya waktu itu, suasana syahdunya sulit untuk dilupakan.
Menu sarapannya cukup oke untuk mengawali hari sebelum menuju Svargabumi. Mereka punya paket sarapan nasi goreng atau bubur ayam. Kopi yang mereka sajikan juga punya aroma yang kuat. Duduk di balkonnya sambil menghirup udara bersih pegunungan adalah cara terbaik untuk healing sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Legenda Lokal: Sop Senerek Pak Parto
Belum lengkap rasanya ke Magelang tanpa mencicipi makanan khasnya, yaitu Sop Senerek. Salah satu yang cukup melegenda adalah Sop Senerek Pak Parto yang berada di area terminal lama. Sop ini unik karena menggunakan kacang merah (senerek) sebagai komponen utamanya, dicampur dengan bayam, wortel, dan potongan daging sapi atau ayam.
Kuahnya bening tapi rasanya sangat kaya akan rempah. Menurut saya, ini adalah makanan yang sangat nyaman di perut (comfort food). Rasanya sedikit manis tapi tetap gurih. Biasanya saya juga menambahkan tempe mendoan atau perkedel sebagai pendampingnya. Meskipun tempatnya sederhana, rasa otentiknya membuat banyak orang rela antre, termasuk saya.
Nongkrong Santai di The Cabin Coffee Bar
Setelah kenyang makan berat, mungkin Sobat Makan butuh asupan kafein yang lebih serius. The Cabin Coffee Bar adalah salah satu coffee shop di Magelang yang punya kualitas kopi cukup jempolan. Desain interiornya minimalis dan modern, memberikan kesan yang berbeda dengan warung makan tradisional di sekitarnya.
Saya biasanya memesan manual brew di sini untuk benar-benar merasakan karakter biji kopi lokal yang mereka gunakan. Suasananya yang tenang juga cocok kalau Sobat Makan ingin sekadar memindahkan foto-foto dari kamera ke ponsel atau menulis jurnal perjalanan. Baristanya juga sangat terbuka kalau kita ingin tanya-tanya soal kopi.
Atap Eatery and Coffee: Makan dengan View Cantik
Rekomendasi terakhir dari saya adalah Atap Eatery and Coffee. Sesuai namanya, tempat ini menawarkan area semi-rooftop yang memungkinkan kita melihat pemandangan sekitar dengan lebih leluasa. Interiornya cukup estetik dengan sentuhan kayu dan tanaman hijau yang memberikan kesan segar.
Pilihan makanannya cukup beragam, mulai dari snack ringan sampai nasi campur dengan bumbu yang berani. Saya sempat mencoba salah satu menu pasta mereka dan ternyata rasanya cukup masuk di lidah. Tempat ini sangat pas dikunjungi menjelang sore hari, di mana lampu-lampu café mulai menyala dan menciptakan suasana romantis sekaligus hangat.
Tips Menikmati Kuliner di Sekitar Borobudur
Magelang memang punya daya tarik yang luar biasa. Berdasarkan perjalanan saya, tips terbaik untuk menikmati kuliner di sini adalah jangan ragu untuk masuk ke tempat yang terlihat sederhana sekalipun, karena seringkali rasa yang paling otentik ada di sana. Selain itu, perhatikan jam operasional, terutama untuk warung-warung legendaris seperti Sop Senerek yang biasanya tutup di sore hari.
Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan di manapun Sobat Makan berada. Perjalanan yang menyenangkan bukan hanya soal rasa di lidah, tapi juga soal bagaimana kita menghargai tempat yang kita kunjungi. Semoga beberapa rekomendasi dari saya ini bisa membantu Sobat Makan menentukan arah tujuan setelah puas berkeliling di Svargabumi.
Setiap tempat punya cerita dan rasanya masing-masing. Tergantung suasana hati Sobat Makan saat itu, apakah ingin suasana yang tenang di perbukitan atau ingin membaur dengan kearifan lokal di tengah kota. Selamat menjelajah dan selamat menikmati kelezatan kuliner di Magelang!


