Angkringan Lik Man (Tugu)
Angkringan Lik Man (Tugu)

Angkringan Lik Man (Tugu): Ngopi Joss, Nasi Kucing, dan Malam Jogja yang Apa Adanya

Day 2 – Jogja – Malam selepas Malioboro. Saya lagi cari camilan malam yang nggak bikin terlalu kenyang, tapi tetap dapat suasana santai khas Jogja. Dari keramaian Malioboro, saya melipir ke arah Tugu dan akhirnya duduk di Angkringan Lik Man (Tugu). Begitu lihat deretan lauk angkringan dan dengar suara obrolan yang ngalir pelan, rasanya kayak “oke, ini ritme malam yang saya butuhkan.”

Kenapa Saya Pilih Angkringan Lik Man (Tugu) Buat Penutup Malam?

Saya datang dengan ekspektasi yang sederhana: angkringan yang klasik, ramah buat nongkrong, dan punya dua “ikon” yang sering dicari orang—kopi joss dan nasi kucing. Lokasinya dekat Tugu juga bikin tempat ini terasa pas buat kamu yang habis jalan-jalan dan pengin berhenti sebentar tanpa harus masuk kafe.

Ada vibes yang beda ketika kamu makan di angkringan seperti ini. Bukan cuma soal murahnya, tapi soal cara orang menikmati malam: duduk berdampingan, pilih lauk satu-satu, ngobrol santai, dan nggak terburu-buru. Saya melihat sendiri, tempat ini seperti “titik temu” yang sederhana—buat wisatawan, warga lokal, sampai rombongan teman yang baru selesai keliling kota.

Angkringan Lik Man (Tugu)
Angkringan Lik Man (Tugu)

Pengalaman Makan di Angkringan Lik Man (Tugu): Dari Nasi Kucing Sampai Kopi Joss yang Khas

Nasi kucing dan lauk angkringan: kecil-kecil tapi “ngena”

Saya mulai dari nasi kucing, karena ini menu paling aman untuk camilan malam. Porsinya memang kecil—jadi cocok buat kamu yang niatnya ngemil, bukan makan berat. Yang saya perhatikan, enaknya makan nasi kucing itu justru di cara makannya: kamu bisa ambil beberapa bungkus, tambah lauk sesuai selera, dan pelan-pelan “nambah” sampai pas.

Lauk angkringan biasanya bikin kamu gampang kalap, jadi saya saranin: ambil bertahap. Mulai dari yang kamu paling pengin, baru tambah kalau masih kurang. Ini cara paling nyaman supaya kamu nggak keburu penuh.

Kopi joss: sensasi yang bikin orang penasaran

Nah, bagian yang paling “Lik Man” adalah kopi joss. Buat saya, ini bukan sekadar kopi, tapi pengalaman: ada rasa kopi yang tegas, lalu sensasi khas dari cara penyajiannya yang bikin banyak orang pengin coba minimal sekali.

Kalau kamu belum pernah, tipsnya: minum pelan dulu. Rasakan dulu aromanya, baru lanjut beberapa teguk berikutnya. Kopi joss ini cocok banget diminum malam, apalagi ketika udara Jogja mulai lebih adem.

Alur pesan–tunggu–saji (dan kenapa ini penting)

Saya lihat alurnya cukup jelas: kamu pilih menu, pesanan diproses, lalu kamu tinggal tunggu sebentar. Dari pengalaman saya, waktu menunggu sekitar 5–15 menit tergantung ramai dan menu yang kamu ambil. Ini wajar banget, apalagi kalau kamu datang di jam hidupnya angkringan.

Saya sendiri total nongkrong sekitar 45–60 menit—cukup buat ngemil, ngopi, foto sedikit, dan menikmati suasananya tanpa harus merasa “diusir” waktu.

Lihat Lokasi: Google Maps

Angkringan Lik Man (Tugu)
Angkringan Lik Man (Tugu)

Info Praktis yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat ke Angkringan Lik Man (Tugu)

Jam paling ramai

Kalau kamu cari suasana yang benar-benar “hidup”, datanglah di jam 20.00–23.00. Di jam ini, kamu akan dapat pengalaman angkringan yang paling terasa: ramai tapi tetap santai, banyak obrolan, dan vibe malamnya lebih dapet.

Kalau kamu lebih suka yang agak longgar, kamu bisa datang sebelum jam puncak supaya pilih tempat duduknya lebih leluasa.

Parkir

Parkir motor/mobil biasanya tepi jalan. Jadi kalau kamu bawa mobil, siapin mental untuk cari spot yang pas dan aman. Buat motor biasanya lebih fleksibel, tapi tetap perhatikan akses jalan dan jangan mengganggu arus.

Berdiri sejak kapan?

Angkringan Lik Man dikenal sudah berdiri sejak ±1969. Saya pribadi melihat ini sebagai penanda kalau tempatnya punya “napas panjang”—biasanya karena konsisten dan selalu ada orang yang balik lagi.

Baca Juga: Tempo Gelato Prawirotaman: Tempat “Cooling Down” Paling Pas Sebelum Makan Malam


Ngobrol Singkat dengan Karyawan dari Angkringan Lik Man (Tugu) (Biar Kamu Nggak Bingung Pas Datang)

Saya sempat tanya hal-hal yang biasanya ditanyain orang baru pertama kali mampir:

  • Menu wajib selain kopi joss: Saya tanya menu lain yang sering dipilih orang sebagai pasangan ngopi dan ngemil.
  • Jam paling hidup: Mereka menguatkan bahwa jam malam tertentu memang jadi puncak keramaian dan suasana.
  • QRIS ada?: Saya tanya supaya kamu bisa siapin pembayaran dari awal (tunai atau non-tunai).
  • Tips duduk: Saya tanya enaknya duduk di bagian mana biar nyaman—terutama kalau datang rame-rame.

Dari obrolan singkat ini, insight yang saya ambil: datang di jam ramai itu seru, tapi kamu perlu agak “sigap” memilih tempat duduk. Kalau kamu datang berdua atau bertiga, biasanya lebih gampang nyelip. Kalau rame, lebih aman datang sedikit lebih awal.


Komparasi Ringkas: Bedanya Angkringan Lik Man (Tugu) dengan Angkringan Tugu Lainnya

Di sekitar Tugu, kamu akan nemu beberapa angkringan lain. Menurut saya, bedanya sering bukan di “siapa paling enak”, tapi di vibes dan menu yang jadi identitas.

Angkringan Lik Man punya kekuatan pada dua hal yang jelas: kopi joss sebagai ciri khas dan suasana nongkrong yang terasa “klasik”. Angkringan lain bisa saja lebih luas, lebih sepi, atau lebih cepat, tapi kalau kamu pengin pengalaman yang identik dengan cerita Jogja malam, Lik Man biasanya masuk daftar teratas.


Tips Kunjungan ke Angkringan Lik Man (Tugu)Biar Nongkrongmu Makin Nyaman

1) Tentukan dulu: kamu mau ramai atau mau santai

  • Mau vibe paling kerasa? Datang 20.00–23.00.
  • Mau lebih lega pilih duduk? Datang sebelum puncak.

2) Pesan bertahap, jangan langsung numpuk

Nasi kucing itu kecil, lauknya menggoda. Cara paling aman: ambil sedikit dulu, baru tambah. Kamu jadi bisa mengatur kenyang dan tetap nyaman untuk ngopi.

3) Datang bareng anak? Pilih jam yang lebih awal

Kalau kamu bawa keluarga atau anak, saya lebih menyarankan datang sebelum terlalu padat. Suasananya tetap dapat, tapi kamu lebih mudah mengatur tempat duduk dan tempo makan.

4) Parkir tepi jalan: jangan mepet waktu

Karena parkirnya tepi jalan, jangan datang “last minute”. Lebih enak kalau kamu datang dengan waktu luang supaya nggak keburu-buru.

5) Kalau baru pertama kali coba kopi joss, minum pelan

Biar kamu bisa menikmati rasa kopinya dan sensasi khasnya tanpa kaget. Ini bukan lomba, dinikmati aja.


Jadi Wajib Gak Nih ke Angkringan Lik Man (Tugu)? Akhir Dari Experience Ini

Buat saya, jawabannya:

Wajib — (vibes, murah, khas).

Kalau kamu lagi di Jogja, selesai dari Malioboro, dan pengin penutup malam yang santai tapi tetap “berasa Jogja”, Angkringan Lik Man (Tugu) itu tempat yang pas. Kamu bisa duduk sederhana, ngemil nasi kucing, lalu menutup malam dengan kopi joss—tanpa harus bikin rencana yang ribet.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *