Setiap kali melangkah ke Magelang, aroma gurih tahu goreng yang berpadu dengan manisnya kecap lokal selalu terasa khas. Makanan khas Magelang bagi saya bukan sekadar pelengkap perjalanan ke Borobudur, melainkan bagian penting dari identitas kotanya. Magelang adalah surga bagi pencinta kuliner khas Magelang, terutama makanan tradisional Magelang yang masih setia pada rasa aslinya. Salah satu yang wajib dicoba tentu kupat tahu Magelang, sebuah jajanan khas Magelang yang telah lama menjadi ikon kuliner lokal Magelang.
Isi Artikel
- Kupat Tahu Pojok: Jejak Sejarah di Balik Piring Kuliner
- Kupat Tahu Pak Pangat yang Menggugah Selera
- Kelezatannya yang Konsisten di Kupat Tahu Pak Slamet
- Menemukan Kedamaian Rasa di Kupat Tahu Dompleng
- Kupat Tahu Larto: Pilihan Tersembunyi yang Autentik
- Variasi Menu di Kupat Tahu ’95’ & Bakmi Jawa
- Menikmati Setiap Sudut Kuliner Magelang
Lalu, apa yang membuat kupat tahu enak di Magelang terasa berbeda? Kuncinya ada pada keseimbangan rasa. Potongan ketupat yang padat, tahu goreng yang lembut, tauge segar, dan siraman kuah kacang-kecap yang ringan namun medok berpadu harmonis dalam satu piring. Menikmati sajian ini di sudut-sudut kota Magelang adalah pengalaman wisata kuliner Magelang yang sederhana namun berkesan, sekaligus alasan mengapa kupat tahu menjadi kuliner Magelang terkenal hingga kini.
Baca juga : Menjelajahi Rasa dan Suasana: Tempat Makan untuk Libur Lebaran 2026 di Magelang — A Serene Culinary Escape
Kupat Tahu Pojok: Jejak Sejarah di Balik Piring Kuliner

Jika Sobat Makan berada di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, rasanya kurang lengkap jika tidak menepi sebentar ke Kupat Tahu Pojok, salah satu ikon makanan khas Magelang yang sudah melegenda. Tempat ini telah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan dikenal luas sebagai bagian dari kuliner khas Magelang yang tak pernah kehilangan penggemar. Bahkan, foto-foto tokoh penting tanah air yang pernah menikmati kupat tahu Magelang di sini berjejer rapi di dindingnya. Namun bagi saya, alasan utama untuk kembali bukanlah soal ketenaran, melainkan konsistensi rasa yang menjadikan Kupat Tahu Pojok sebagai kuliner Magelang terkenal lintas generasi.
Kupat Tahu Pojok memiliki ciri khas pada kuah kecapnya yang lebih manis dan kental dibandingkan tempat lain, mencerminkan karakter makanan tradisional Magelang yang ramah di lidah. Tahu yang digunakan terasa lembut di bagian dalam, namun cukup kokoh di luar sehingga mampu menyerap bumbu dengan sempurna. Porsi sayuran yang melimpah membuat hidangan ini terasa seimbang, segar, dan mengenyangkan—alasan mengapa banyak orang menyebutnya sebagai kupat tahu enak di Magelang. Biasanya saya menambahkan kerupuk kaleng untuk melengkapi sensasi renyah saat menyantapnya. Meski selalu ramai pengunjung, suasana hangat dan sederhana di sini menjadikannya destinasi favorit dalam wisata kuliner Magelang, sekaligus bukti kuat kekayaan kuliner lokal Magelang yang masih terjaga hingga hari ini.
Baca juga : Tempat Makan untuk Buka Puasa di Magelang
Kupat Tahu Pak Pangat yang Menggugah Selera

Bergeser sedikit ke area yang lebih tenang, ada Kupat Tahu Pak Pangat yang juga menjadi favorit banyak warga lokal maupun pendatang. Menurut saya, kekuatan utama dari racikan Pak Pangat ada pada bawang gorengnya yang sangat melimpah. Bawang goreng ini memberikan dimensi aroma yang lebih kuat begitu piring disajikan di depan meja. Kuahnya pun terasa lebih ringan di lidah, tidak terlalu pekat, sehingga Sobat Makan bisa merasakan tiap komponen bahan dengan lebih jelas.
Saya sempat berbincang singkat dengan pramusajinya, dan ternyata mereka sangat memperhatikan kualitas tahu yang digunakan. Tahunya diproduksi secara lokal, sehingga teksturnya tidak berbau asam. Saat dikombinasikan dengan ulekan cabai mentah (bagi penyuka pedas), rasa gurih dari bumbu kacangnya akan semakin “keluar”. Bagi saya, menyantap Kupat Tahu Pak Pangat adalah tentang menikmati kesederhanaan dalam setiap suapan yang terasa jujur dan apa adanya.
Kelezatannya yang Konsisten di Kupat Tahu Pak Slamet
Jika Sobat Makan lebih menyukai tekstur tahu yang sedikit lebih garing, Kupat Tahu Pak Slamet bisa menjadi pilihan yang menarik. Di sini, saya memperhatikan cara mereka menggoreng tahu dilakukan dengan teknik yang pas, sehingga bagian luarnya berwarna cokelat keemasan yang cantik. Ketupat yang mereka sajikan juga sangat pulen, tidak lembek, dan memberikan rasa kenyang yang pas tanpa terasa berlebihan.
Satu hal yang menarik perhatian saya adalah keseimbangan antara bumbu kacang dan kecapnya. Di Pak Slamet, kacangnya tidak diulek sampai benar-benar halus, sehingga masih ada butiran-butiran kecil yang memberikan tekstur “crunchy” di tengah lembutnya ketupat. Suasana kedainya yang sederhana namun bersih membuat saya betah berlama-lama menghabiskan seporsi kupat tahu sambil mengamati hiruk pikuk jalanan Magelang dari kejauhan.
Menemukan Kedamaian Rasa di Kupat Tahu Dompleng
Terletak agak keluar dari pusat kota, tepatnya di daerah Blabak, ada Kupat Tahu Dompleng yang legendaris. Nama “Dompleng” sendiri punya cerita sejarahnya sendiri yang unik di kalangan masyarakat sekitar. Namun bicara soal rasa, tempat ini menawarkan profil yang agak berbeda. Kuahnya cenderung lebih cair dan bening, namun jangan salah, rasa rempahnya sangat meresap. Ada sentuhan rasa seledri dan bawang putih yang cukup kuat, membuat hidangan ini terasa sangat aromatik.
Saya pribadi sangat menyukai bagaimana mereka menyajikan tauge yang benar-benar bersih dan segar. Saat disiram kuah panas, taugenya masih menyisakan bunyi “kriuk” saat digigit. Bagi Sobat Makan yang sedang dalam perjalanan dari atau menuju Yogyakarta, mampir ke sini sejenak bisa menjadi cara terbaik untuk melepas penat sambil mengisi perut dengan sajian yang autentik.
Kupat Tahu Larto: Pilihan Tersembunyi yang Autentik
Tidak jauh dari kawasan Tidar, terdapat Kupat Tahu Larto yang mungkin tidak semeriah tempat lain di media sosial, namun bagi saya ini adalah permata tersembunyi. Di sini, Sobat Makan akan merasakan pengalaman makan yang sangat lokal. Pelayanannya cepat dan ramah, seolah kita sedang bertamu ke rumah kerabat sendiri. Rasanya pun cenderung stabil, dengan tingkat kemanisan yang bisa kita sesuaikan sendiri melalui tambahan kecap di meja.
Kupat Tahu Larto bagi saya menonjolkan sisi tradisionalnya melalui cara mereka mengulek bumbu secara dadakan untuk setiap piring. Ini memastikan kesegaran bawang putih dan cabainya masih terasa tajam. Saya menyarankan Sobat Makan untuk datang sedikit lebih awal sebelum jam makan siang, karena tempat ini sering kali menjadi serbuan para pekerja kantor di sekitar Magelang yang mencari makan siang yang mengenyangkan namun tetap terjangkau.
Variasi Menu di Kupat Tahu ’95’ & Bakmi Jawa
Terkadang, saat kita bepergian bersama rombongan, tidak semua orang ingin makan menu yang sama. Nah, Kupat Tahu ’95’ memberikan solusi yang menarik karena mereka juga menyediakan Bakmi Jawa sebagai pendamping menunya. Meskipun memiliki menu tambahan, kualitas kupat tahunya tetap tidak kalah bersaing. Racikan bumbunya punya sentuhan rasa gurih yang dominan, sangat cocok bagi Sobat Makan yang mungkin kurang menyukai rasa manis yang terlalu pekat.
Kombinasi antara kupat tahu dan bakmi jawa di satu tempat memberikan opsi yang fleksibel. Saya sempat mencoba keduanya, dan harus saya akui, bumbu kupat tahunya sangat meresap hingga ke dalam ketupat. Tempatnya yang cukup luas juga membuatnya nyaman bagi Sobat Makan yang datang membawa keluarga besar. Ini adalah contoh bagaimana sebuah warung kuliner mampu mempertahankan menu klasik namun tetap adaptif dengan keinginan pelanggan.
Menikmati Setiap Sudut Kuliner Magelang

Perjalanan rasa di Magelang memang tidak pernah ada habisnya. Dari sekian banyak tempat yang saya coba, setiap piring kupat tahu memiliki karakteristiknya masing-masing yang unik. Ada yang menonjolkan manisnya kecap, ada yang bangga dengan tekstur tahunya, dan ada pula yang memikat melalui kesegaran sayurannya. Pada akhirnya, tidak ada satu tempat pun yang bisa dibilang mutlak lebih baik dari yang lain, karena semua kembali lagi ke selera masing-masing Sobat Makan.

Saran saya, luangkanlah waktu untuk mencoba satu per satu saat berkunjung ke kota ini. Jangan terburu-buru, nikmatilah setiap suapannya sambil menghirup udara Magelang yang khas. Jangan lupa sediakan uang tunai kecil karena beberapa tempat legendaris ini masih lebih nyaman bertransaksi secara konvensional. Semoga pengalaman kuliner saya ini bisa menjadi panduan kecil bagi Sobat Makan yang ingin menjelajahi cita rasa lokal yang jujur dan melegenda. Selamat bertualang rasa!



Pingback: Menelusuri Kelezatan Kupat Tahu Magelang yang Bikin Kangen - Tempat Makan