Setelah puas jalan-jalan di Candi Borobudur, biasanya perut langsung protes minta diisi. Apalagi kalau dari pagi sudah bangun lebih cepat untuk mengejar sunrise, lalu naik turun tangga candi dan keliling area wisata. Di titik inilah pilihan tempat makan jadi penting: maunya yang makanannya enak, tempatnya nyaman, pemandangan bagus, dan bisa santai lebih lama bersama keluarga atau rombongan.
Isi Artikel
- Lokasi Dekat Candi Borobudur, Tapi Suasananya Berasa Di Atas Awan
- Makanan Enak dengan Rasa Rumahan yang Bikin Kangen
- Serunya Menu Prasmanan: Tinggal Pilih Lauk Sesuai Selera
- Pemandangan Indah: Makan Sambil Menatap Menoreh dan Hijau Lembah
- Tempat Luas dan Nyaman, Cocok untuk Keluarga dan Rombongan
- Ramai Dikunjungi Artis dan Direkomendasikan Food Blogger
- Tips Berkunjung ke Kedai Bukit Rhema
- Bukan Sekadar Tempat Makan, Tapi Pengalaman Utuh
Di antara banyak pilihan tempat makan dekat Candi Borobudur, Kedai Bukit Rhema termasuk yang paling sayang kalau kamu lewatkan. Letaknya berada di kawasan Bukit Rhema Gereja Ayam, salah satu ikon wisata Borobudur dengan pemandangan perbukitan Menoreh yang terkenal indah. Dari kursi makan, kamu bisa melihat hamparan hijau lembah dan pegunungan di kejauhan—seperti di foto: piring nasi hangat dan lauk lengkap dengan latar pemandangan luas yang bikin siapa pun ingin duduk lebih lama.
Bukan cuma soal view, Kedai Bukit Rhema juga dikenal dengan makanan rumahan yang enak, sistem menu prasmanan, area yang luas dan nyaman, serta sudah banyak didatangi artis dan food blogger terkenal seperti Raffi Ahmad dan Ria SW. Kombinasi semua ini membuat Kedai Bukit Rhema jadi salah satu tempat makan dekat Candi Borobudur yang benar-benar wajib kamu coba.
Lokasi Dekat Candi Borobudur, Tapi Suasananya Berasa Di Atas Awan
Kedai Bukit Rhema berada di kawasan perbukitan yang masih satu area dengan Bukit Rhema Gereja Ayam. Jaraknya tak jauh dari Candi Borobudur; setelah turun dari area candi, kamu hanya perlu berkendara beberapa menit saja untuk sampai ke sini. Rutenya mudah diakses oleh mobil pribadi, motor, maupun rombongan bus wisata.
Begitu sampai, suasana langsung berubah. Dari jalanan yang ramai, kamu berpindah ke kawasan yang lebih sejuk dan tenang. Di teras dan balkon kedai, pandanganmu langsung disambut oleh hijau pepohonan, sawah, dan garis perbukitan yang memanjang. Hari cerah, langit biru dengan awan putih; ketika berkabut, suasana jadi syahdu dan romantis. Makan siang di sini terasa seperti piknik di atas bukit, tapi dengan kursi empuk dan meja yang sudah tertata rapi.
Makanan Enak dengan Rasa Rumahan yang Bikin Kangen
Daya tarik utama Kedai Bukit Rhema adalah makanannya. Bukan tipe hidangan yang rumit, tetapi masakan rumahan khas Jawa yang bumbu dan rasanya pas di lidah. Bayangkan sepiring nasi putih hangat ditemani ayam bakar berbumbu manis gurih, sate yang dibakar sampai kecokelatan, tumis sayuran segar dari kebun sekitar, sambal pedas yang wangi, dan lauk kering seperti kentang balado atau sambal goreng yang renyah.

Rasanya bukan sekadar “enak untuk wisatawan”, melainkan enak dalam arti benar-benar bisa dinikmati siapa saja: dari anak kecil sampai orang tua. Bumbunya tidak berlebihan, tapi terasa. Makan sambil melihat pemandangan luas membuat setiap suapan terasa lebih nikmat. Banyak tamu yang bilang sensasinya seperti makan di rumah sendiri, hanya saja rumahnya kebetulan berada di atas bukit dengan view spektakuler.
Kedai Bukit Rhema juga mengutamakan bahan segar. Sayuran diambil dari petani sekitar, begitu pula bahan baku lainnya yang banyak bekerja sama dengan UMKM dan produsen lokal. Jadi, selain menikmati hidangan, kamu juga ikut mendukung ekonomi masyarakat sekitar Borobudur.
Serunya Menu Prasmanan: Tinggal Pilih Lauk Sesuai Selera
Salah satu hal yang membuat pengunjung betah di Kedai Bukit Rhema adalah sistem menu prasmanan. Bukannya harus duduk dan menunggu buku menu, kamu justru diajak untuk berdiri, melihat pilihan lauk, dan mengambil sendiri makanan yang kamu mau. Model ini punya beberapa keuntungan:
- Bisa menyesuaikan porsi – Mau nasi sedikit dengan banyak lauk? Atau nasi banyak dengan dua lauk saja? Semua bisa kamu atur sendiri.
- Cocok untuk rombongan – Dalam satu meja mungkin ada yang suka pedas, ada yang tidak, ada yang vegetarian, ada yang senang daging. Dengan prasmanan, masing-masing tinggal memilih tanpa bingung.
- Melihat langsung tampilannya – Kadang kita bingung membaca nama menu. Dengan prasmanan, kamu bisa melihat langsung bentuk lauknya: ayam bakar, sate, oseng sayur, tempe, tahu, sampai menu khas lainnya.
Di sisi meja prasmanan, biasanya jejeran piring dan nampan lauk sudah tertata rapi. Tinggal ambil piring, pilih nasi, lalu melangkah pelan menyusuri deretan lauk. Perlahan tapi pasti, piring akan terisi penuh. Setelah selesai, kamu kembali ke meja—mungkin di balkon dengan pemandangan langsung ke lembah—dan yang perlu dilakukan tinggal satu: makan dengan tenang.
Sistem seperti ini memberi rasa kebebasan pada pengunjung. Tidak terburu-buru, tidak ribet menunggu pesanan, dan bisa langsung tahu kira-kira berapa banyak yang ingin kamu makan hari itu.
Pemandangan Indah: Makan Sambil Menatap Menoreh dan Hijau Lembah
Kalau bicara tempat makan dekat Candi Borobudur, tidak banyak yang menawarkan pemandangan seluas Kedai Bukit Rhema. Dari area makan yang agak menjorok ke luar, kamu bisa melihat hamparan pepohonan, persawahan, dan rumah-rumah penduduk yang terlihat kecil di kejauhan. Di balik itu semua, deretan perbukitan Menoreh menjulang biru kehijauan, seperti lukisan alam yang berubah warna mengikuti cuaca.
Saat langit cerah, kamu bisa melihat bentuk bukit yang jelas dengan awan bergerak pelan di atasnya. Di hari yang sedikit berkabut, lembah tertutup tipis dan memberi efek seperti berada di atas awan. Jika datang pagi, udara masih sangat segar; kalau datang menjelang sore, cahaya matahari yang lembut membuat suasana terasa hangat dan tenang.
Makan di sini jadi bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menyegarkan pikiran. Banyak tamu yang tanpa sadar menghabiskan waktu lebih lama, hanya untuk ngobrol santai sambil memandang ke kejauhan. Foto-foto di sini pun hampir selalu terlihat bagus: piring berisi nasi dan lauk dengan latar bukit dan langit luas adalah kombinasi yang sangat fotogenik.
Tempat Luas dan Nyaman, Cocok untuk Keluarga dan Rombongan
Kedai Bukit Rhema dirancang untuk menampung pengunjung dalam jumlah besar tanpa membuat suasana sesak. Area makannya luas, dengan beberapa zona berbeda: ada bagian dalam yang teduh, ada teras menghadap pemandangan, ada juga sudut-sudut yang terasa lebih privat untuk keluarga kecil atau pasangan.

Meja dan kursi tertata rapi dengan jarak yang cukup, sehingga pengunjung tidak saling berhimpitan. Untuk rombongan keluarga, komunitas, atau outing kantor, penataan kursinya bisa disesuaikan. Kamu bisa memanjang satu deretan meja untuk belasan orang, atau memecahnya menjadi beberapa kelompok kecil. Lantai yang rata dan area yang cukup lapang juga memudahkan lansia ataupun anak-anak bergerak.
Di luar area makan, tersedia fasilitas pendukung seperti toilet, area parkir yang cukup luas untuk mobil maupun bus, serta akses yang bersahabat untuk tamu dari berbagai usia. Kedai ini juga berada di kawasan Bukit Rhema yang memiliki beberapa lantai dan spot foto menarik, sehingga pengalaman berkunjungmu tidak cuma berhenti di meja makan — kamu bisa sekalian mengeksplor area di sekitarnya.
Ramai Dikunjungi Artis dan Direkomendasikan Food Blogger
Satu lagi hal yang membuat Kedai Bukit Rhema semakin dikenal adalah kunjungan dari artis dan konten kreator kuliner. Raffi Ahmad pernah datang dan membuat konten di kawasan Bukit Rhema, begitu juga beberapa figur publik lain yang ikut mempopulerkan tempat ini di media sosial.
Selain itu, Ria SW, salah satu food blogger dan YouTuber kuliner yang sangat berpengaruh, juga pernah merekomendasikan tempat ini. Buat banyak orang, rekomendasi dari Ria SW adalah semacam tanda bahwa sebuah tempat memang layak dikunjungi: makanannya enak, suasananya menarik, dan pengalamannya berkesan.
Walau sudah sering muncul di media sosial dan dikunjungi figur publik, suasana di Kedai Bukit Rhema tetap terasa hangat dan bersahaja. Bukan tipe tempat yang hanya mengandalkan “viral sesaat”, tetapi benar-benar menjaga kualitas rasa dan pelayanan supaya tamu yang datang berkali-kali tetap puas.
Tips Berkunjung ke Kedai Bukit Rhema
Agar kunjunganmu ke Kedai Bukit Rhema makin nyaman, beberapa tips ini bisa kamu pertimbangkan:
- Datang setelah wisata Borobudur atau Bukit Rhema
Kombinasikan kunjunganmu: pagi ke Candi Borobudur atau Gereja Ayam, lalu makan siang di Kedai Bukit Rhema. Badan sudah lelah, perut lapar, dan suasana sejuk di atas bukit akan terasa sangat menyenangkan. - Pilih meja di dekat tepi balkon
Jika datang tidak terlalu ramai, cobalah duduk di meja yang langsung menghadap pemandangan. Makan sambil memandang lembah dan bukit memberikan sensasi berbeda, apalagi kalau sambil minum teh hangat atau kopi. - Cek pilihan lauk sebelum mengambil nasi
Karena sistemnya prasmanan, luangkan sebentar untuk melihat semua pilihan lauk terlebih dahulu. Dengan begitu kamu bisa mengatur porsi dan kombinasi makanan yang pas di piringmu. - Siapkan kamera atau ponsel untuk foto
Pemandangan di sini sayang kalau tidak diabadikan. Baik foto keluarga di meja makan maupun foto close-up piring lengkap dengan latar bukit, semuanya hampir selalu terlihat bagus. - Untuk rombongan besar, sebaiknya konfirmasi terlebih dulu
Jika kamu membawa rombongan tour, komunitas, atau acara kantor, menghubungi pihak Kedai Bukit Rhema lebih dulu akan membantu mereka menyiapkan meja dan alur makan dengan lebih rapi.
Bukan Sekadar Tempat Makan, Tapi Pengalaman Utuh
Di sekitar Candi Borobudur memang banyak tempat makan, tapi Kedai Bukit Rhema menawarkan sesuatu yang lebih lengkap: makanan enak dengan rasa rumahan, sistem prasmanan yang praktis, pemandangan perbukitan Menoreh yang menenangkan, area yang luas dan nyaman, serta reputasi yang sudah terbukti lewat kunjungan artis dan rekomendasi food blogger.
Makan di sini seperti mengambil jeda di tengah perjalanan wisata. Kamu bisa duduk tenang, melepas lelah, mengobrol dengan keluarga atau teman, sambil menikmati hidangan hangat dan udara segar pegunungan. Bagi banyak orang, momen-momen kecil seperti inilah yang justru paling diingat setelah liburan usai.
Jadi, kalau kamu sedang merencanakan kunjungan ke Candi Borobudur, jangan lupa masukkan Kedai Bukit Rhema ke dalam daftar tempat yang wajib kamu coba. Datanglah dengan perut lapar, dan pulanglah dengan hati yang lebih tenang dan kepala yang penuh kenangan indah.



Pingback: Ide Thing To Do Di Sekitar Candi Borobudur - VW Safari Borobudur - Tempat Makan
Pingback: Tempat Makan di Magelang: Kembali ke Kedai Bukit Rhema Saat Libur Lebaran & Natal - Tempat Makan